Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) Lestari ikut sebagai peserta dalam kegiatan Sarasehan Komunitas Peduli Sungai Tahun Anggaran 2024 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS PJ), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia yang dilaksanakan di Rammang-rammang Kabupaten Maros, tanggal 21 s/d 23 November 2024. Kegiatan ini adalah program pemberdayaan teknis/fasilitasi Pertemuan Masyarakat peduli kanal dan Sungai pada PPK Operasi dan pemeliharaan SDA V.
Sebagai komunitas peduli Sungai di Kabupaten
Bulukumba, KMPS Lestari menjadi peserta untuk pertama kalinya dalam kegiatan
yang dilaksanakan oleh BBWS Pompengan Jeneberang. Hal ini juga karena KMPS
Lestari baru terbentuk pada bulan September tahun 2023 sehingga belum memiliki
banyak jejaring komunitas peduli sungai.
Setelah peserta registrasi lalu dilaksanakan
seremonial pembukaan, selanjutnya pemaparan
materi kegiatan sarasehan oleh narasumber. Materi dan narasumbernya antara
lain; 1) Kebijakan dan Program Pemerintah (BBWS Pompengan Jeneberang) dalam
pengelolaan SDA Terpadu oleh Navian, S.St., M.T., Kepala Bidang OP BBWS
PJ, 2) Peran dan Dukungan Perguruan Tinggi terhadap Keberjlanjutan
Program Pengelolaan SDA Terpadu oleh Dr. Eng. Ir. Rita T. Lopa, M.T
(Dosen UNHAS), 3) Peran Masyarakat/Kelembangan Komunitas Peduli Sungai dalam
Upaya pengelolaan SDA terpadu oleh Kaharuddin Muji, SE (FKMPSDA Sulsel)
dan 4) Eksistensi dalam Gerakan Literasi dan Konservasi anak Sungai
Rammang-rammang (Succes Story) oleh Muhammad Ikhwan (KPS Anak Sungai
Rammang-rammang).
Selain materi kegiatan, terdapat juga kegiatan aksi atau praktik antara lain; 1) Edukasi dan praktik pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik (pemulihan/pengendalian pencemaran air dengan pupuk organic), 2) Edukasi dan praktik warung sampah, pemilihan sampah dan pengelolaan sampah plastic menjadi kerajinan tangan (Pengendalian dan Pengelolaan sampah Plastik, 3) Menanam pohon dan biopori (Upaya konservasi lingkungan dan air tanah), 4) Edukasi dan praktik penyimpanan air hujan (penyediaan air rumah tangga dan sarana umum) dan 5) Sharing kondisi dan pengalaman mbaing-masing KPS serta 6) Field Trip Potret Kondisi Sungai Pute dan wilayah kerja KPS Anak Sungai Rammang-rammang).
KMPS Lestari sebagai Peserta kegiatan bersama 70
peserta lainnya yang diundang adalah simpul komunitas peduli Sungai dari berbagai
unsur dan daerah di Sulawesi Selatan.
Melalui kegiatan ini, Abdul Haris Mubarak yang
dimandat oleh Ketua KMPS Lestari merilis catatan hasil kegiatan antara lain;
1. Merawat Daerah Aliran Sungai akan mendatangkan manfaat
ekologi dan ekonomi. Manfaat ekologinya adalah lingkungan yang hijau dan Lestari
sementara manfaat ekonominya antara lain, kesejahteraan petani dengan
pengelolaan kebun dan sawah yang sehat dan berkelanjutan.
2. Turunan dari model aktivitas perawatan DAS Balantieng
adalah membangun Ekowisata (wisata tentang alam dan lingkunga) dan Agrowisata (wisata
tentang tanaman buah dan produk UMKM dari hasil pertanian). Modelnya adalah Desa
wisata di DAS Balantieng.
3. Dengan terbentuknya Dewa Wisata, maka orang akan
menyadari pentingnya menjaga kebersihan Sungai, pentingnya merawat kelestarian
alam dan juga pentingnya peningkatan sektor pendapatan Masyarakat melalui usaha
pertanian.
4. Dalam beberapa diskusi, terdapat tesa yang mengatakan
bahwa hal pertama yang harus dilakukan oleh KPS adalah merawat kelestarian SDA,
sementara tesa lain mengingatkan peserta bahwa untuk menghidupi komunitas maka
diperlukan usaha ekonomi. Kami berpandangan bahwa usaha ekonomi dan kelestarian
Sungai dalam porsi yang sama. Itu merupakan usaha Lestari yang berkelanjutan.
5. Pesan terpenting juga dalam kegiatan sarasehan ini
adalah perlunya berjejaring untuk saling menguatkan. Kami berterima kasih
kepada BBWS Pompengan Jeneberang dan kepada tuan rumah Kakanda Iwan Dento yang telah
memfasilitasi kami dalam berbagai hal.
Semoga bertemu Kembali dalam keadaan yang baik, untuk
mengurus hal-hal baik lainnya. (Ahm).